Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Rabu, 23 Oktober 2013

Huufftttzzzz........






Saat semua ini terjadi pada dy..
Saat itu pula dy mengambil jalan tengah dalam hidup nya.. saat itulah dy mengubah salah satu prinsip yang telah dy jalani..
Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk dy dan dirinya... Jalan yang selama ini tak pernah terfikirkan dalam hidup dy..
Pagi.. siang.. sore .. dan malam.. dy selalu mencoba untuk tak memikirkan itu semua..
Pagi dalam sepi.. cuma tatapan kosong yang tak berubah..
Siang yang sibuk bagi dy dalam meneruskan kehidupan.. sore yang membosan kan dengan buku² yang tak di mengerti dy..
Malam dengan tatapan kosong lagi seperti saat dy membuka mata di pagi hari...
Semua itu dy lalui.. dy lalui seorang diri..
Tanpa sapaan dirinya lagi.. tanpa pesan dirinya.. Huuufftttzzz...!!!!!
Semua itu begitu berat bagi dy.. kehidupan baru bagi dy.. kehidupan yang tlah membuat dy semakin rapuh..
entah sampai kapan ini semua berakhir.. yang dy tahu cuma jalan.. jalan di antara fatamorgana..
Semua ini seakan semu.. tapi inilah kenyataan yang harus di jalani dy.. kenyataan???? yach.. kenyataaan..
Dy sllu berharap.. entah untuk apa dy berharap.. padahal dy tau harapan untuk dirinya sangatlah tidak baik..
apakah hanya karena kata " Sayang ".. yang membuat dy sllu berharap.. walaupun dy sadar harapan itu sia².. atau pun konsekuensi yang akan tercampakkan dalam hidup untuk kesekian kali..
Entah penyesalan atau Ketidak ikhlasan dy.. yang membuat dy seperti ini.

Jumat, 04 Oktober 2013

klise dia---dirinya... kemarin sekarang dan nanti




Saat janji ini terucap saat itulah  dya menjaga hati dirinya dan disaat itu pula  dirinya menemukan hati yang baru untuk melukai hati  dya. Janji itupun sudah tak tampak berharga. Semua pengorbanan sudah tak ternilai. Dan saat perbedaan mulai dirinya  rasakan, bahwa hati yang  dirinya pilih tidak sebanding dengan yang dirinya sia siakan. Dirinya menoleh kebelakang lagi dan ternyata  dirinya  tak dapati dya yang menjaga hati dirinya. Yang tertinggal hanyalah serpihan hati yang telah pecah. Dan sepercik darah. Walaupun dirinya tau hati itu pecah tapi dirinya tetap berusaha memungutnya. Ternyata sakit hati yang terluka tak mampu untuk mengembalikan dya pada dirinya. Dengan menahan bekas luka dya pergi meninggalkan dirinya. Dan saat itu pula dirinya meneteskan air mata penyesalan yang tidak dapat mengulang semua yang telah hancur. Semua hilang bagaikan asap. Hingga dirinya  temukan lagi dya tak lagi seperti yang dulu. Dirinya berharap dya kembali tapi luka itu memberikan gambaran, dirinya  tidak akan pernah bisa untuk membuat Dya bahagia......