Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Kamis, 26 Juni 2014

Malam...


Dear malam…

Temani aq malam ini untuk melepaskan segala penat di jiwa..
Temani aq dalam lelah ku dan keputusasaan ku..
Temani aq dalam air mata ketulusan..
Malam…
jangan pernah tinggalkan aq seorang diri..
Aq disini sakit, letih, capek, putus harapan dan hitam..
Hitam ku adalah kelam..
Sedangkan hitam mu adalah sunyi,
maka temani kelam ku di kesunyian mu..
Malam..
Semua mimpi, harapan, cinta dan cita telah lebur di telan angin..
Dan baru aq tersadar
Ternyata angin barat lebih kejam.. ..
malam jangan pernah tinggalkan aq seorang diri, temani aq hingga waktu nya tiba.. waktu yang di nanti setiap manusia
Malam temani aq..
Aq ingin kelam q berteman dengan sunyi, karena kelam ku sudah bosan dengan keramaian yang penuh kemunafikan..
Malam..
Bawa aku ke jagad khayalan yang tak pernah usai..bawa aq ke dalam mimpi – mimpi ku yang cuma halusinasi dan fatamorgana
Karena cuma itu yang bisa membuat q semangat untuk menatap hari esok..
Hampa sebenarnya .. tapi apa yang harus ku perbuat kalau semua itu hanyalah sepi..
Malam ..
percayakan aq untuk memiliki mu dan mendampa mu ..
Ijin kana q selalu memeluk mu..karena di saat malam datang semua perasaan dan isi hati ini mulai tercurah dalam air mata..
Malam.. Cuma malam yang mengerti akan semua ini..
Dunia q.. jalan q.. perasaan q dan Hidup q
Malam.. ku mohon temani aq.. sekarang dan selamanya…
aq ingin tetap bersama mu malam..
Malam q.. 

Minggu, 08 Juni 2014

Diam... Diam... & Dalam Diam...

 
Diam... diam... dan diam...
Diam ku, bukannya ku tak tahu dan tak mengerti akan semua ini, tapi aku diam karena tersadar akan siapa diri ku ini..
yaacchh... !!!aku bukan siapa2 untuk mu dan bukan apa2 bagi hidup dan kehidpan qm...
terhenyak akan lamunan diri dan tak terasa tetesan air mata jatuh tanpa sadar dari dua sudut mata, saat ku sadar kenyataan ini.. kenyataan bahwa aku adalah gadis lain dalam hidup mu.. dan cuma pelipur bagi mu, tak lebih dari itu
saat ku lihat bidadari dan malaikat kecil yang menemani hari-hari mu dan kehidupan mu, membuat q lulu hdan semakin rapuh..
Tak ku sangka kau lakukan ini pada ku, salah apa sebenarny aq sama kamu.
Begitu teganya kau tusuk aku dan kau koyak jiwa ini, jiwa yang belum sembuh dari rasa kemarin, rasa yang pernah membuat ku mati dan sekarang kamu koyak kan lagi dengan bara yang lebih kejam dari kemarin... Tak kusangka semua ini adalah nyata.. yaah.. kenyataan yang harus ku hadapii..
Rasa nyaman ku saat bersama mu.. dan setitik rasa yang berbeda dari rasa kemarin teruntuk mu.. nyatanya kamu balas dengan hujaman dan sayatan pedang samurai dengan pelan dan pasti..
tahu kah kamu, aq merindu dan cemburu.. tapi rasa dosa ini sering menghantui ku..
Kesadaran mu tentang kisah kita membuat q bimbang... kau ucapkan sayang, rindu dan tak mau jauh dari ku.. membuat q menjadi hampa ..
Saat q lihat air mata itu menetes dari mata yang tegas itu, membuat q luluh kembali kan kasih sayang mu.. diantara aku.. kamu.. dia.. dan malaikat itu..


Kenapa Tuhan memberikan kisah ini pada ku lagi, dalam do'a sllu ku pinta teman untuk bersandar karena aq sudah terlalu letih. Dalam sujud sllu ku pinta kasih sayang dan ketulusan.. karena aq sudah lelah berdiri sendiri
dalam air mata ku pinta pengganti jiwa yang menguatkan aq..
Tapi apa nyatanya... kehendak Tuhan lain.. aku jatuh dalam kisah drama kehidupan kamu.. kehidupan yang sama sekali tak pernah terbesit dalam hidup ku..
Kehidupan ini adalah kehidupan yang dulu sangat ku benci.. & kini tak ku sangka, aku sendiri yang menjali kehidupan itu..
Dan ternyata lebih sakit.. sakit... dan sakit...
Tuhan... engkau sudah meberikan pengganti ku pada jiwa yang dulu, tapi kenapa tidak dengan ku Tuhan.. ???? ' kenapa aku masih berkelana tanpa arah adan tujuan..
di saat seperti ini hanya do'a yang terjabah yang ku harapkan..
Ketika tersadar dari siulan burung pagi di pinggir sungai... aq baru mengerti kalau kehendak Tuhan jauh dari do'a ku..
dimana kenyataan itu aku diantar kamu.. bidadari kamu dan malaikat kamu..
aaahh... apa yang harus aku lakukan..
Kadang ketika diri ini egois terselip fikiran jahat ku.. aku harus bisa mendapatkan mu..dan aku yakin aku bisa dapatkan kamu dengan mudah..
tapi seketika itu juga aku sadar... ada dua keluarga besar yang akan membenci kamu dan tersakiti jika kamu bersama ku...
Aku tidak mau itu terjadi pada mu.. aku sayang kamu dan aq cuma ingin kamu bahagia walaupun kenyataanya tanpa diri ku..
dan ku putuskan aku yang akan mengalah dengan kisah ini.. cukup aku saja yang merasakan sakitnya.. aku cuma bisa mengharap kebahagiaan mu bersama mereka.. dan biarkan aq berjalan seorang diri seperti dulu, seperti waktu kita kenal.. dimana aku cuma seorang diri dan sendiri.
Dan ini untuk kesekian kali aku mengalah demi kebahagiaan orang-orang yang kusayang, tapi kenapa mereka tak pernah mengerti sedikitpun akan pengorbanan ku..
Sebenarnya aku cuma ingin di mengerti.. itu saja sudah cukup bagi ku, karena aq sudah terlalu capek untuk mengerti... mengerti tanpa dimengerti, memahami tanpa dipahami dan mencintai tanpa dicintai..
Sejak awal aq mengerti cinta dan sayang sampai detik ini, aku selalu menjadi jiwa yang mengalah dan berkorban..
dan aku tidak tahu sampai kapan ini semua terjadi, sampai kapan aq selalu menjadi jiwa yang terkesampingkan dan mengalah untuk bahagia orang lain..
Aaahh... apa mungkin ini gen dari Alm.Ayah..orang paling sabar yang pernah aq kenal, bahkan sampai ajal menjemput tak seorang pun tau akan derita beliau.
Dulu aq pernah tak menyukai kesabaran yang di miliki Alm.Ayah, karena aku tahu gara-gara kesabaran ekstra yang dimiliki ayah, ayah jadi menderita dan sakit. Beliau tak peduli sakit atau apa yang penting orang lain bahagia... dulu aq tidak suka prinsip Alm.Ayah .
Tapi sekarang kenapa rasa ini menurun sama ku, kenapa aq jadi pribadi yang seperti ini, bahkan aq sampai tidak pernah merasakan ketulusan kasih sayang setelah sepeninggal Alm.Ayah dan setelah penguat jiwa q di ambil jiwa lain.
ya... cuma mereka berdua yang mengerti aku.. tapi Tuhan telah berkendak lain.. Menjauhkan aku dari mereka dengan jalan maut dan jarak yang tak pasti..
aku tidak tahu ini ujian atau jalan hidup yang harus aku lalui ..
Tak ada yang ku harapkan untuk saat ini, selain diam... diam.. dan diam..
Cuma diam lah yang mampu menahan lara hati ini..
Lara yang panjang dan ntah kapan berakhirnya..
Dan sekarang harus mengambil keputusan itu, keputusan yang berat dalam hidup ku dan apa pun yang terjadi aku harus bisa..
keputusan yang aku ambil sepihak tanpa sepengetahuan siapa pu,,
karena aku menyadari akan ini siapa diri ku ini dan bagaimana kehidupan ku selama ini...
hmmmm.... lebih baik aku mundur saja, mundur dari semua kisah ini.. dan aku akan pergi...
Dalam diam ku kan pergi... pergi jauh meninggalkan semua kisah ini.


Kamis, 05 Juni 2014

Jam ..

Jam adalah penunjuk waktu yang sangat penting bagi mereka yang mengerti akan sebuah arti waktu. Dari situlah awal dan akhir sebuah kisah di tentukan. Bahkan banyak juga mereka yang menanti jawaban dari sang waktu.
Entah apa pun itu yang jelas detik jam menentukan kehidupan manusia.
Seperti yang di jalani dy saat ini,, entah sudah berapa lama dy selalu menanti detik putaran waktu di jam tangan yang selalu dy pakai.
Tiap menit dy selalu melihat jam tangan yang bertengger manis di pergelangan tangan kiri dy, apa yang dy tunggu sebenarnya tak ada satu orang pun yang tahu.
Yang mereka tahu dy adalah anak yang tepat waktu, padahal ada suatu hal yang di harapkan dy pada sang waktu.
Harapan dya pada sang waktu akan menjadi sebuah misteri.. misteri yang tak akan terpecahkan dalam pemikiran orang lain, karena semua itu hanya dya dan Tuhan yang mengerti.
Tuhan...???? akan kah Tuhan mengerti... kalau Tuhan mengerti mungkin Tuhan tak kan membiarkan dya menanti waktu.. tapi entahlah, kita sebagai manusia tidak boleh buruk sangka sama Tuhan. Semua sudah ada jalan takdir sediri-sendiri. Manusia hanya menjalani drama yang sudah di tentukan.
Dalam diam, keresahan sang waktu mengubah prinsip hidup dya secara perlahan.
Hidup dalam sebuah penantian panjang yang tak berarti, penantian???? penantian apa???
apa yang dya nanti...??// sekilas memang tak ada yang terlihat dalam kehidupan dya.
Tapi nyatanya itu yang dya jalani saat ini, jalan yang tak berarti yang selalu menjadi batu kerikil kecil yang menjatuhkan dya.
Semua itu menjadi tikungan tersendiri bagi dya.. antara ada dan tiada. antara hidup dan mati...
aahhh... semua ini hanya bualan dunia... bualan yang membuat dya mati rasa dan mati untuk kehidupan dya.
Semua sudah menjadi fatamorgana dalam keramaiian yang sepi dan menusuk, sudah tak ada hapan lagi bagi dy.
Jam pun sudah seperti tak ada artinya bagi dya.. apa yang di lakukan sia-sia tak terkendali.
Hidup atau mati, cuma itu pilihan bagi dya..
Dya cuma bisa menulis dan memberontak dalam hati, saat dy sadar dalam alam nyata... dy cuma bisa diam.. diam.. dan diam...
Kuat dia sudah tak ada, senyum dan ketulusan dya sudah hilang. Ini semua ulah sang waktu yang mengendalikan kuat dya.
jam itu yang dulu menjadi sahabat dya dalam sisa usia ini, sekarang menjadi malaikat maut yang siap menjemput dy kapan saja jam itu mau.
Saat mereka ketemu dy, yang terucap pertama pasti kata " kasian"..
aaahhh... bulsyiiitt dengan itu semua, Dya tak butuh rasa kasian dari mereka dan orang lain.
Di dunia ini sudah tak ada lagi tempat dy bersandar dan tak ada lagi sahabat bagi dy.
Dy seorang diri... dya sendirian tak ada siapa-siapa.
Sang waktu telah mengambil semua milik dya.. semua nya.. dan tak ada sisa kecuali hitam.
yaahh... semua telah menjadi hitam.. hitam pekat tak ada satu titik warna lain selain hitam itu sendiri.
Dya cuma bungkam dengan ini semua, cuma melihat dalam gelap apa yang aka terjadi selanjutnya. Karena harapan dy saat ini hanya diam.

Rabu, 04 Juni 2014

Mungkin..... " Titik Jenuh itu telah tiba ".. fOr dy..








I know...
Semua menjadi ilusi, entah apa yang akan terjadi...
Kenyataan yang dy hadapi adalah sebuah fatamorgana.. terlalu sakit untuk di rasakan..
Tapi, apakah perlu itu semua di rasa kalau akan menimbulkan rasa sakit. Rasa yang tak bertepi, fatamorgana yang dy hadapi.. seperti irama ombak yang tak bertepi.
Tapi harus dy ingat, Ombak tak selamanya menyentuh pantai, ombak bisa hancur menabrak batu karang..
Mungkin... dan mungkin..
sakit atau tidak, di anggap atau tidak, mati atau hidup, Tak peduli akan semua itu..
Yang dy rasa adalah hampa dan kecewa.
Pelan tapi pasti, dy sudah mulai merasakan titik jenuh dalam kehidupan ini. Mungkin semua orang pasti merasakan titik jenuh itu di saat hati dan fikiran gelap atau di saat waktu itu sudah tiba.
waktu yang tak di nanti atau tidak tapi pasti akan datang menghampiri..
Dan titik jenuh itu sudah mulai dy rasakan mulai saat ini, saat dimana perbatasan usia mulai menghapiri.. tapi tak ada jeda nafas untuk tersenyum .
Ilusi atau fatamorgana... dy tak peduli, yang dy tahu .. cuma rasa kecewa, capek, jenuh, bosan dan putus asa. Dy sering berfikir kenapa Tuhan tak pernah berpihak pada dy. Apa karna dosa atau karna karma masa lalu yang tak dy ketahui..
Semua ini akan menjadi misteri Tuhan yang membuat jiwa dy semakin lelah.
Bukan penyelesaian yang dy dapat, tapi goresan pena hitam dan merah yang selalu bertambah setiap detik dalam kehidupan dy. Padahal dy sudah mulai dia dengan irama kehidupan ini, karena kejenuhan tadi. Tapi Tuhan seakan masih kurang terima dengan goresan-goresan itu dan akhirnya goresan itu selalu bertambah dalam kehidupan dya.
Memang di dunia ini tak ada yang abadi, tapi apakah salah nya kalau dy mengharapkan kebaikan dunia walau sementara. Satu detik pun tak apa.. yang penting nyata dan sejati, bukan ilusi dan kekecewaan.
23 tahun bukan waktu yang singkat bukan... hampir 1/4 abad.. Waaawwwww X_X ... Fantastis bukan.. tapi nyatanya memang seperti itu. Fatamorgana itu sudah menjadi teman sejak 23 tahun yang lalu dan sampai sekrang masih setia.. setia menjadi ilusi yang tak bertepi.
Dy selalu berfikir untuk mengkhiri ini semua, tapi hati kecil selalu bicara... " Sabar & Ikhlas, masih ada hari esok  dy..."... Selalu seperti itu.
Dan akhirnya sampai sekarang dy masih berteman dengan ilusi dan fatamorgana itu.
Andai dy adalah laki-laki mungkin dy akan kuat dan bisa menjalani ini semua, masalahnya dya cewek... she just alone.. dy terlalu capek untuk berjalan sendiri selama 23 tahun. capek dan bosan.. tak ada sandaran .. tak curahan hati. semua dy lakukan sendiri.
Dan pada akhirnya sekarang dy mengalami titik jenuh yang tak mampu terabaikan. Sudah tak ada gairah untuk melanjutkan hidup dan kehidupan .. yang dy tau..
Dya ingin menyusul sang ayah yang sudah damai di sana.

=================== Arhuayna Piccu, Medan... 4 June 2014..===================