Kamis, 26 Juni 2014
Malam...
Minggu, 08 Juni 2014
Diam... Diam... & Dalam Diam...
Kamis, 05 Juni 2014
Jam ..
Entah apa pun itu yang jelas detik jam menentukan kehidupan manusia.
Seperti yang di jalani dy saat ini,, entah sudah berapa lama dy selalu menanti detik putaran waktu di jam tangan yang selalu dy pakai.
Tiap menit dy selalu melihat jam tangan yang bertengger manis di pergelangan tangan kiri dy, apa yang dy tunggu sebenarnya tak ada satu orang pun yang tahu.
Yang mereka tahu dy adalah anak yang tepat waktu, padahal ada suatu hal yang di harapkan dy pada sang waktu.
Harapan dya pada sang waktu akan menjadi sebuah misteri.. misteri yang tak akan terpecahkan dalam pemikiran orang lain, karena semua itu hanya dya dan Tuhan yang mengerti.
Tuhan...???? akan kah Tuhan mengerti... kalau Tuhan mengerti mungkin Tuhan tak kan membiarkan dya menanti waktu.. tapi entahlah, kita sebagai manusia tidak boleh buruk sangka sama Tuhan. Semua sudah ada jalan takdir sediri-sendiri. Manusia hanya menjalani drama yang sudah di tentukan.
Dalam diam, keresahan sang waktu mengubah prinsip hidup dya secara perlahan.
Hidup dalam sebuah penantian panjang yang tak berarti, penantian???? penantian apa???
apa yang dya nanti...??// sekilas memang tak ada yang terlihat dalam kehidupan dya.
Tapi nyatanya itu yang dya jalani saat ini, jalan yang tak berarti yang selalu menjadi batu kerikil kecil yang menjatuhkan dya.
Semua itu menjadi tikungan tersendiri bagi dya.. antara ada dan tiada. antara hidup dan mati...
aahhh... semua ini hanya bualan dunia... bualan yang membuat dya mati rasa dan mati untuk kehidupan dya.
Semua sudah menjadi fatamorgana dalam keramaiian yang sepi dan menusuk, sudah tak ada hapan lagi bagi dy.
Jam pun sudah seperti tak ada artinya bagi dya.. apa yang di lakukan sia-sia tak terkendali.
Hidup atau mati, cuma itu pilihan bagi dya..
Dya cuma bisa menulis dan memberontak dalam hati, saat dy sadar dalam alam nyata... dy cuma bisa diam.. diam.. dan diam...
Kuat dia sudah tak ada, senyum dan ketulusan dya sudah hilang. Ini semua ulah sang waktu yang mengendalikan kuat dya.
jam itu yang dulu menjadi sahabat dya dalam sisa usia ini, sekarang menjadi malaikat maut yang siap menjemput dy kapan saja jam itu mau.
Saat mereka ketemu dy, yang terucap pertama pasti kata " kasian"..
aaahhh... bulsyiiitt dengan itu semua, Dya tak butuh rasa kasian dari mereka dan orang lain.
Di dunia ini sudah tak ada lagi tempat dy bersandar dan tak ada lagi sahabat bagi dy.
Dy seorang diri... dya sendirian tak ada siapa-siapa.
Sang waktu telah mengambil semua milik dya.. semua nya.. dan tak ada sisa kecuali hitam.
yaahh... semua telah menjadi hitam.. hitam pekat tak ada satu titik warna lain selain hitam itu sendiri.
Dya cuma bungkam dengan ini semua, cuma melihat dalam gelap apa yang aka terjadi selanjutnya. Karena harapan dy saat ini hanya diam.
Rabu, 04 Juni 2014
Mungkin..... " Titik Jenuh itu telah tiba ".. fOr dy..
I know...
Semua menjadi ilusi, entah apa yang akan terjadi...
Kenyataan yang dy hadapi adalah sebuah fatamorgana.. terlalu sakit untuk di rasakan..
Tapi, apakah perlu itu semua di rasa kalau akan menimbulkan rasa sakit. Rasa yang tak bertepi, fatamorgana yang dy hadapi.. seperti irama ombak yang tak bertepi.
Tapi harus dy ingat, Ombak tak selamanya menyentuh pantai, ombak bisa hancur menabrak batu karang..
Mungkin... dan mungkin..
sakit atau tidak, di anggap atau tidak, mati atau hidup, Tak peduli akan semua itu..
Yang dy rasa adalah hampa dan kecewa.
Pelan tapi pasti, dy sudah mulai merasakan titik jenuh dalam kehidupan ini. Mungkin semua orang pasti merasakan titik jenuh itu di saat hati dan fikiran gelap atau di saat waktu itu sudah tiba.
waktu yang tak di nanti atau tidak tapi pasti akan datang menghampiri..
Dan titik jenuh itu sudah mulai dy rasakan mulai saat ini, saat dimana perbatasan usia mulai menghapiri.. tapi tak ada jeda nafas untuk tersenyum .
Ilusi atau fatamorgana... dy tak peduli, yang dy tahu .. cuma rasa kecewa, capek, jenuh, bosan dan putus asa. Dy sering berfikir kenapa Tuhan tak pernah berpihak pada dy. Apa karna dosa atau karna karma masa lalu yang tak dy ketahui..
Semua ini akan menjadi misteri Tuhan yang membuat jiwa dy semakin lelah.
Bukan penyelesaian yang dy dapat, tapi goresan pena hitam dan merah yang selalu bertambah setiap detik dalam kehidupan dy. Padahal dy sudah mulai dia dengan irama kehidupan ini, karena kejenuhan tadi. Tapi Tuhan seakan masih kurang terima dengan goresan-goresan itu dan akhirnya goresan itu selalu bertambah dalam kehidupan dya.
Memang di dunia ini tak ada yang abadi, tapi apakah salah nya kalau dy mengharapkan kebaikan dunia walau sementara. Satu detik pun tak apa.. yang penting nyata dan sejati, bukan ilusi dan kekecewaan.
23 tahun bukan waktu yang singkat bukan... hampir 1/4 abad.. Waaawwwww X_X ... Fantastis bukan.. tapi nyatanya memang seperti itu. Fatamorgana itu sudah menjadi teman sejak 23 tahun yang lalu dan sampai sekrang masih setia.. setia menjadi ilusi yang tak bertepi.
Dy selalu berfikir untuk mengkhiri ini semua, tapi hati kecil selalu bicara... " Sabar & Ikhlas, masih ada hari esok dy..."... Selalu seperti itu.
Dan akhirnya sampai sekarang dy masih berteman dengan ilusi dan fatamorgana itu.
Andai dy adalah laki-laki mungkin dy akan kuat dan bisa menjalani ini semua, masalahnya dya cewek... she just alone.. dy terlalu capek untuk berjalan sendiri selama 23 tahun. capek dan bosan.. tak ada sandaran .. tak curahan hati. semua dy lakukan sendiri.
Dan pada akhirnya sekarang dy mengalami titik jenuh yang tak mampu terabaikan. Sudah tak ada gairah untuk melanjutkan hidup dan kehidupan .. yang dy tau..
Dya ingin menyusul sang ayah yang sudah damai di sana.
=================== Arhuayna Piccu, Medan... 4 June 2014..===================
Sabtu, 08 Februari 2014
Malam merindu
Angin berhembus pelan menyapu jiwa sepi yang sedang merindu..
Merindu akan episode masa lalu yang pernah dy jalani.. ada setetes air mata kerinduan di sana.. di mata yang hampa..
Perlahan di ambilnya pena dan selembar kertas putih...
Kata demi kata tersambung dengan rapi.. menyusun kembali elegi masa lalu yang pernah menjadi teman sepi dy..
Dy selalu menanti penuh harap.. harapan kepastian itu pasti kembali..
Entah kapan.. dalam ragu dy masih berharap.
Lewat goresan pena dy menuliskan harapan dan kerinduan itu..
Kerinduan yang telah menyita sebagian waktu dy..
Sakit emang menahan setitik kerinduan itu.. air mata pun tak sanggup menetes di rasa..
Bintang slalu hadir dalam malam dy.. menemani kesepian jiwa dy.. jiwa yang lelah merindu..
Jiwa yang telah letih menanti..
Sabtu, 25 Januari 2014
Dasar PengambiLan Nama Saiia " ARHUAYNA PICCU"
Machu Picchu (bahasa Quechua Machu Pikchu, "Gunung Tua";[1] sering juga disebut "Kota Inca yang hilang") adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m di atas permukaan laut. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.
Merupakan simbol Kerajaan Inka yang paling terkenal. Dibangun pada sekitar tahun 1450, tetapi ditinggalkan seratus tahun kemudian, ketika bangsa Spanyol berhasil menaklukan Kerajaan Inka. Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas Yale Hiram Bingham III yang menemukannya kembali pada tahun1911. Sejak itu, Machu Picchu menjadi objek wisata yang menarik bagi para turis lokal maupun asing.
Machu Picchu dibangun dengan gaya Inka kuno dengan batu tembok berpelitur. Bangunan utamanya adalah Intihuatana, Kuil Matahari, dan Ruangan Tiga Jendela. Tempat-tempat ini disebut sebagai Distrik Sakral dari Machu Picchu.
Situs tersebut telah ditunjuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1983, Machu Picchu juga merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia baru, juga mendapatkan perhatian akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh pariwisata (jumlah pengunjung mencapai 400,000 pada tahun 2003). Pada bulan September tahun 2007, Peru melakukan usaha-usaha legal dengan hasil tercapainya sebuah persetujuan dengan Universitas Yale untuk mengambil kembali artifak-artifak yang pernah dibawa oleh Bingham dari situs tersebut pada awal abad 20.
Sedangkan Huayna Picchu atau bisa di sebuat Wayna Picchu ( ejaan hispanicized ) atau Wayna Pikchu ( Quechua Wayna muda , anak muda , pikchu piramida , gunung dengan dasar yang luas yang berakhir di puncak yang tajam " puncak muda " ) adaLah adalah gunung di Peru sekitar Sungai Urubamba terletak di Cusco Region , Urubamba Provinsi , Kabupaten Machu picchu . letaknya lebih meningkat dari Machu Picchu , yang disebut kota yang hilang dari Inca , dan membaginya menjadi beberapa bagian . Suku Inca membangun jejak atas sisi Huayna Picchu dan membangun pura dan teras di atasnya . Puncak Huayna Picchu adalah sekitar 2.720 meter ( 8.920 kaki) di atas permukaan laut , atau sekitar 360 meter ( 1.180 kaki) lebih tinggi dari Machu Picchu .
===== Wilayah Idaman asal Nama Arhuayna Piccu===========
PahamiLah tuLisan di atas.. maka anda akan tau arti dari nama ARHUAYNA PICCU

