Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Jumat, 27 September 2013

Dya... " Jiwa yang pergi terbawa angin timur "




 



Mimpii…
Itulah cara Tuhan slama ini berbicara pada dya..
Saat Tuhan memberikan suatu firasat dalam mimpi malam dya… dya Cuma bisa menangis dan menangiss..
Dya tau.. ini bukan yang pertama untuk dya. Sudah kesekian kali dya mengalami ini.
“Terlalu sakit Tuhan.. “Cuma kata itu yang bisa di ungkapkan dya.. dalam sujudnya.
Sebuah kabar yang sangat menyakitkan dalam hidup dya..
Sandaran dya yang selama ini mengkuatkan dya justru merobohkan dya secara perlahan tapi pasti…
Sakit memang.. tapi apa mau di kata?? Itu sudah garis Tuhan yang harus di lalui oleh dya..
Sebuah kabar berita dari angin timur yang sebenarnya tak ingin dya hiraukan.. tapi apa boleh buat kabar itu terdengar juga oleh telinga dya… kabar bahwa jiwa dya yang dibawa dirinya pergi sudah tergantikan dengan jiwa yang baru..
Dya tidak tahu siapa jiwa itu..
Tapi dya yakin kesejatian jiwa itu Cuma milik Dya dan Dirinya.. Dya yakin dirinya melakukan itu semua karena hasrat nafsu manusia saja..
Tapi bagaimanapun juga dya tak rela jiwa itu bersanding dengan jiwa yang lain..
Hancur… Sakittt…. Entah apa lagi yang dya rasakan…
Dan apa pun yang dya rasakan.. dya harus melewati ini semua. Walaupun sebenarnya dya sudah rapuh dan tidak tahan dengan semua ini…
Apa yang harus dya lakukan.. ??? Pergi tak kembali.. Atau mencari pengganti…
Tapi apapun yang dya lakukan akan sia².. karena separuh hidup dya telah di bawa lari oleh dirinya.
Dya Cuma bisa menangis… dan menangis.. walaupun sebenarnya dya sadar untuk menangis pun percuma.. karena akan sia².. dirinya tetap akan pergi..
Angin timur telah membawa jiwa dya pergi..
Pergi jauh meninggalkan dya seorang diri di daratan barat..
Daratan yang keras dan tak pernah dya mengerti…
Kapan ini semua berakhir.. Cuma Tuhan yang tahu.. karena Tuhan lah yang sudah mentakdirkan kehidupan rumit dya.
Sebagai hamba-Nya dya Cuma bisa berdo’a dan berusaha tidak kembali pada jiwa yang telah pergi di bawa angin timur..
Biarlah raga dya mati di daratan barat.. dya sudah tak peduli dengan semua ini.. bagi dya ini semua sudah berakhir.
Pikiran² dya.. Angan dan Mimpi dya.. Cuma fatamorgana saja..
Selama ini dya pura² tegar dan ceria.. tapi tahukan mereka semua, kalau jiwa dya sudah mati.. mati tanpa rasa kecuali kepalsuan .. kepalsuan untuk menutupi kesakitan dya..
Apa yang harus dya katakan pada jiwa lain yang disana yang telah membesarkan dya..
Pasti mereka kecewa.. sedih… dan itu lah yang malah membuat dya  merasakan sakit…
Dan dalam kebingungan ini dya melangkah seorang diri bersama serpihan jiwa yang telah hilang…

Dya… pergilah.. tanpa pesan.. raih senyum itu kembali..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih... \^.^/