Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Senin, 09 Desember 2013

sebersit harapan dy untuk dirinya dalam sisa penantian








Dy bohongi dirinya sendiri.. tenggelam dalam kepura²an.. ternyata pemikiran akan hal itu salah..
Selama ini dy asyik dengan kesibukannya, hanya untuk menepis bayang semu tentang dirinya.. 
semua itu malah membuat dy sakit.
Biarlah… 
biarlah semua ini berjalan apa adanya.. 
seperti kereta senja yang membawa kisah dy dan dirinya 3 tahun yang lalu.
Tangan Tuhan yang mempertemukan mereka berdua di gerbong kereta senja itu …. 
Dan tangan Tuhan juga yang memisah kan mereka berdua di titik kota Surabaya .. 
Pesawat itu yang membawa dirinya terbang bersama angin timur.. menuju gerbang mimpi dan cita² dirinya..

Dy yakin pasti ada sebersit makna dengan semua ini.. 
walaupun jujur terlalu berat hati dy untuk mencoba melupakan bayangan dirinya..
Kehadiran dirinya terlalu manis dalam kehidupan dy..
sampai pahit kehidupan ini tak dy rasa karna manis bayang itu..

Aroma tubuh dirinya masih tercium begitu dekat dengan dy.. dan  tak pernah terlupa…
Lambaian tangan dirinya.. sorot matanya.. dan senyum di lesung pipinya.. 
masih terekam jelas dalam memory dy.. 
Air mata mereka berdua  yang selalu menyatu dalam sebuah pelukan selalu menjadi teman mimipi malam Dy..

Bayangan dirinya semakin nyata ketika senja datang..
Begitu teganya angin timur yang telah membawa dirinya pergi.. menjauhkan dy dengan dirinya..

Apakah disana dirinya merasakan seperti yang dy rasakan..
Sakit nya merindu.. dan menahan cemburu dalam hati..
Sakit nya dy tahan rasa rindu ini .. 
untuk melihat bayang dirinya pun dy tak bisa…
Janji mereka berdua.. 
masih terekam dengan baik di ingatan dy.. 
janji mereka berdua dari mereka berdua untuk mereka berdua dan keluarga mereka berdua …

Tapi satu persatu.. janji itu mulai hilang.. 
hilang sendirinya seperti es kena hempasan angin.. cair secara perlahan dan hilang terbawa angin..

Waktu demi waktu terus berjalan.. 
Dy langkahkah kakinya menuju daratan barat untuk mencari mimpi yang telah hilang karena kabut hitam..

Di daratan barat dy merindu dan cemburu.. 
karena angin tak pernah menyampaikan salam rindu dy untuk dirinya..
Siulan burung selalu membawa beritan tentang dirinya.. berita negative maupun positive..
Kadang dy sakit karena siulan burung itu, kadang dy juga bangga karena siulan burung itu..   
bangga yang di sertai tetesan air mata..

Di sini lah dy lalui hari² dy dengan berbagai kesibukan..   
tanpa pesan dan kabar dari dirinya sendiri.. 
ingin sekali dy dengar suara dirinya  yang sendu, 
tapi logika dy berjalan .. “ akan kah dy mengemis kasih pada dirinya “.. Tidak..!!
Egois kah??? Atau apa????... 
kadang terbesit dalam fikiran dy, 
bagaimana dengan mereka berdua.. janji mereka berdua.. dan hubungan mereka berdua?? 
Dan kasih sayang illahi yang mereka berdua jalani.. 
Kemana arah yang mereka berdua tuju.. kenapa dirinya  selalu biarkan dy menangis seorang diri.. 
setelah dirinya dapatkan mimpi dan cita² itu…
Lelah dy jalani hidup ini tanpa bayang dirinya…
Cincin pemberian dirinya sudah 3 tahun berada di jari manis dy.. sebagai teman hari ² dy.. 
walau dy sadar pemilik cincin ini tak kan pernah kembali lagi dalam kehidupan dy..
Dy sadar diri.. siapa sebenarnya diri ini.. 
Dy Cuma wanita biasa yang tak punya apa² selain kesetiaan dan ketulusan hati..
Dy sadar.. siapa jiwa yang telah menggantikan posisi Dy di dalam kehidupan Dirinya.. 
sebenarnanya tak ada hak jiwa dy mencemburui jiwa yang telah merebut Dirinya dalam kehidupan Dy.
Karena Dy tahu jiwa itu lebih sempurna dari Dy..   
sedangkan dy jauh dari ketidak sempurnaan itu..

Haruskah Dy bohongin diri sendiri akan hal ini..
Terlalu lama sudah dy melenakkan diri dengan kesibukan dy.. 
hanya untuk bisa melupakan nya yang telah pergi dengan jiwa lain yang lebih sempurna dari dy...

Tapi itu semua justru membuat dy semakin sakit, 
karena tetesan air mata ini tak pernah kering ketika malam menjelang..
Sekelebat bayang dirinya selalu hadir dalam malam² dy.. 
suara² sendu dirinya selalu terdengar di tengah kesibukan dy..
Panggilan² sayang itu selalu terdengar di telinga dy, 
tapi dy segera sadar itu semua adalah halusinasi dan membuat dy meneteskan air mata untuk kesekian kali.. 
air mata kerinduan dan cemburu..

dy masih sayang dirinya.. 
masih mau merindu dirinya.. 
dan...
 Dirinya lah satu²nya penakluk hati dy...

Tak kan pernah dy lupa,, 
selalu dy ingat dan...
dirinya lah cerita panjang termanis dalam kehidupan dy.. 
tak ada yang bisa menggantikan dirinya dalam kehidupan dy.
Sampai kapan pun dirinya lah yang terindah dalam kehidupan dy..
Dan sampai detik ini.. Rasa cinta.. sayang.. kasih.. rindu dan kesetian masih menjadi milik dirinya.. belum tergantikan dan tak kan pernah tergantikan… 

Dan karena itulah dy menutup hati entah untuk siapa pun itu..
Dy sudah tidak mau mencinta dan bercinta selain dengan dirinya..
Dirinya lah pemilik hati dy satu²nya… 
siapa pun dirinya.. bagaimana pun dirinya.. 
dan apa pun yang terjadi .. hati dan diri dy tetap menjadi milik dirinya.. 
itu adalah janji dy untuk dirinya 
dan janji mereka berdua dari mereka berdua mereka berdua.. 

Dy yakin mereka berdua akan bertemu kembali di titik kota itu.. dengan senyum hangat.. pelukan kasih dan air mata kerinduan.
Dan inilah sebersit harapan dy untuk dirinya dalam sisa penantian..

InsyaAlloh.. Amiinnn.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih... \^.^/