Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Rabu, 13 Maret 2013

Mawar putih tak berduri terhalang merah yang beberang


Dulu kau datang dengan sejuta kenangan ku di masa lalu….
Mengorek semua kisah yang telah lama terkubur dalam bahkan tak terungkap…….
Kau Menjajakan cinta bak dermawan memberi perpuluhan uang pada kaum duafa………
Kau yakinkan hatiku padamu.. kau berikan kasih yang tulus tanpa pamrih
Bagai batu karang yang mampu bertahan diterjang ombak lautan…..
Aku semakin kuat dengan kasih mu.. semakin kokoh dengan cinta mu..
Kau bisikkan kata cintamu bagai hembusan angin ditengah gurun…….
Kau genggam tanganku ketika aku ingin pergi dan berlalu…….
Kau sejukkan jiwaku dengan setetes air……
Akan Tetapi..
Kenapa.. Kenapa kau biarkan aku terjatuh bersimpuh dikakimu…….
Hanya untuk mengemis seteguk air itu dari tangan mu…….
Sekarang Kau persembahkan setumpuk derita di akhir kisah cerita ku...
Kau tinggalkan segudang duka untuk menemani hari-hariku………
Kau berikan aku sejuta asa hingga ku tak mampu memikulnya………
Dan Kau goreskan seribu luka hingga ku tak dapat menghilangkan bekasnya……..
Kau pergi dan berlalu seolah dirimu tak pernah kenal denganku…….
Kau berpaling tanpa memperdulikan jeritanku yang memanggil namamu…….
Kau melangkah pergi bagai seorang pangeran berjalan di depan budaknya tanpa pernah menoleh  kebawah…..
Kau campakkan diriku bagai sampah yang tak bisa di daur ulang……….
Inginku mengakhiri semua duka dan derita ini……….
Dan meraih mimpiku yang tlah lama terabaikan………
Mimpi yang dulu sempat kau hancurkan.....
Meninggalkan semua kenangan dan perih yang kau tanamkan…………
Menyembuhkan luka yang telah kau goreskan………
Walau ku tau bekas itu akan slalu ada……..
Kau begitu jauh disana bukan hanya kota yang memisahkan kita tapi lautan,pulau sungguh aku merindukanmu disini.
Aku tak pernah tahu apa yang kau rasakan disana yang jelas aku disini selalu menantimu selalu……….. Walaupun aku tau.. itu tak mungkin lagi bagi ku.. karena sekarang kamu sudah tak mengenal aku... 
Kamu begitu angkuh di mata ku... bahkan terlalu sombong untuk menegur ku
Tak sama
Katanya kita seucap tapi berbeda kata
seperti sekata tapi berbeda makna
bergandengan bersama tapi tak seiring berjalan seiring tapi berbeda tujuan
Entahlah mengapa begitu dimata luar kami bersatu
tapi sebenarnya dan sesungguhnya
kami bercerai berai
Mawar putih tak berduri terhalang merah yang beberang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih... \^.^/