Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Senin, 04 November 2013

Sandiwara Dya.... ^_^



Sandiwara..

Sandiwara  apa yang harus di perankan dya untuk menutupi kenyataan ini..
Sudah  berapa lama dya menjadi orang lain.. sudah berapa lama dya  menutupi ini semua..
Sampai kapan kah dya harus simpan ini semua, sebenarnya dya sudah  tak mampu jalani ini semua seorang diri , tapi mau hendak di kata..
Nyatanya dya memang seorang diri.. tak seorang pun  yang  mengerti hidup dan kehidupan dya..
Dya Cuma bisa menunggu seseorang yang tepat dalam hidup dya, walapun sebenarnya  tak ada lagi harapan dya untuk kehidupan ini.. kehidupan yang hampa dan pahit.
Entah.. ntah  sampai kapan ini semua berlangsung.. sandiwara kehidupan  dya..  sandiwara dya..
Mungkin sandiwara ini akan berhenti jika ada seorang pangeran yang  mampu menyadarkan  dya dengan sandiwara ini..
Memang sulit sebenarnya ini semua.. kenyataan lah yang memaksa dya untuk seperti ini..
Dya suda berusaha untuk hidup apa adanya  tapi dunia ini terlalu kejam untuk dya.. dan dya terpaksa lakukan sandiwara ini agar dya tidak tertindas dalam dunia yang penuh fatamorgana..
Cuma lewat tulisan dan lagu dya menyampaikan apa yang dya rasakan.. Cuma sebuah kata dan alunan music yang mampu membuat dya tenang..
Dalam  hati dya sllu berharap akan ketidakpastian yang bisa membuat dya bahagia..
Ketidakpastian  itu sebenarnya adalah impian dan harapan dya..
Bayangan semu yang bisa membuat dya tersenyum bahagia dan menangis karena rindu..
Walaupun  Cuma sebersit bayangan semu dan sepenggal kisah masa lalu, tapi itu semua bisa membuat dya lebih semangat dan bahagia..
Tapi saat dya tersadar kalau itu Cuma sebuah bayangan …dya Cuma tersenyum pahit sambil menghirup sebatang rokok dan  seruputan kopi hitam yang agak pahit..
Syair lagu tentang masa lalu yang selalu menemani hari² dya,, mampu membuat dya tersenyum dan menitikan air mata..
Kadang dya merasa bangga sekaligus kecewa..
Apa pun  itu yang dya rasakan.. dya Cuma bisa tersenyum pahit dan  menitikan air mata..
Sebongkah do’a pun tak bisa membantu dya.. Seakan Tuhan tidak berada  di posisi dya.. seakan Tuhan tidak membela dya..
Tuhan  selalu membiarkan air mata dya menetes.. Tuhan  selalu mengingatkan dya akan memory itu…
Memang  tak seharunya dya menyalahkan Tuhan dan takdir ini..
Tapi apalah  daya dya..
Dalam  gelapnya malam, dya selalu berimajinasi tentang jalan kehidupan yang harus di lalui nya…
Dalam desir angin malam dya merancang semuanya.. dan esoknya dya mulai  melakukan rencana² itu…
Jatuh.. bangun lagi, jatuh lagi .. tersungkur kembali berdiri.. mencoba mencari pegangan dan tersungkur lagi..
Mencoba berdiri dan akhirnya bisa berdiri tegak.. berjalan bahkan berlari.. itu semua dya lalui  seorang diri…
Semua rasa telah dya rasakan.. pahit manis masam gurih bahkan ketir..
Tak akan lelah dya berjuang sendiri dalam sandiwara dan kepahitan ini..
Hingga saatnya Tuhan berkata “ Kembalilah Pada-Ku Dya..”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih... \^.^/