Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Kamis, 05 Juni 2014

Jam ..

Jam adalah penunjuk waktu yang sangat penting bagi mereka yang mengerti akan sebuah arti waktu. Dari situlah awal dan akhir sebuah kisah di tentukan. Bahkan banyak juga mereka yang menanti jawaban dari sang waktu.
Entah apa pun itu yang jelas detik jam menentukan kehidupan manusia.
Seperti yang di jalani dy saat ini,, entah sudah berapa lama dy selalu menanti detik putaran waktu di jam tangan yang selalu dy pakai.
Tiap menit dy selalu melihat jam tangan yang bertengger manis di pergelangan tangan kiri dy, apa yang dy tunggu sebenarnya tak ada satu orang pun yang tahu.
Yang mereka tahu dy adalah anak yang tepat waktu, padahal ada suatu hal yang di harapkan dy pada sang waktu.
Harapan dya pada sang waktu akan menjadi sebuah misteri.. misteri yang tak akan terpecahkan dalam pemikiran orang lain, karena semua itu hanya dya dan Tuhan yang mengerti.
Tuhan...???? akan kah Tuhan mengerti... kalau Tuhan mengerti mungkin Tuhan tak kan membiarkan dya menanti waktu.. tapi entahlah, kita sebagai manusia tidak boleh buruk sangka sama Tuhan. Semua sudah ada jalan takdir sediri-sendiri. Manusia hanya menjalani drama yang sudah di tentukan.
Dalam diam, keresahan sang waktu mengubah prinsip hidup dya secara perlahan.
Hidup dalam sebuah penantian panjang yang tak berarti, penantian???? penantian apa???
apa yang dya nanti...??// sekilas memang tak ada yang terlihat dalam kehidupan dya.
Tapi nyatanya itu yang dya jalani saat ini, jalan yang tak berarti yang selalu menjadi batu kerikil kecil yang menjatuhkan dya.
Semua itu menjadi tikungan tersendiri bagi dya.. antara ada dan tiada. antara hidup dan mati...
aahhh... semua ini hanya bualan dunia... bualan yang membuat dya mati rasa dan mati untuk kehidupan dya.
Semua sudah menjadi fatamorgana dalam keramaiian yang sepi dan menusuk, sudah tak ada hapan lagi bagi dy.
Jam pun sudah seperti tak ada artinya bagi dya.. apa yang di lakukan sia-sia tak terkendali.
Hidup atau mati, cuma itu pilihan bagi dya..
Dya cuma bisa menulis dan memberontak dalam hati, saat dy sadar dalam alam nyata... dy cuma bisa diam.. diam.. dan diam...
Kuat dia sudah tak ada, senyum dan ketulusan dya sudah hilang. Ini semua ulah sang waktu yang mengendalikan kuat dya.
jam itu yang dulu menjadi sahabat dya dalam sisa usia ini, sekarang menjadi malaikat maut yang siap menjemput dy kapan saja jam itu mau.
Saat mereka ketemu dy, yang terucap pertama pasti kata " kasian"..
aaahhh... bulsyiiitt dengan itu semua, Dya tak butuh rasa kasian dari mereka dan orang lain.
Di dunia ini sudah tak ada lagi tempat dy bersandar dan tak ada lagi sahabat bagi dy.
Dy seorang diri... dya sendirian tak ada siapa-siapa.
Sang waktu telah mengambil semua milik dya.. semua nya.. dan tak ada sisa kecuali hitam.
yaahh... semua telah menjadi hitam.. hitam pekat tak ada satu titik warna lain selain hitam itu sendiri.
Dya cuma bungkam dengan ini semua, cuma melihat dalam gelap apa yang aka terjadi selanjutnya. Karena harapan dy saat ini hanya diam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih... \^.^/