Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Rabu, 04 Juni 2014

Mungkin..... " Titik Jenuh itu telah tiba ".. fOr dy..








I know...
Semua menjadi ilusi, entah apa yang akan terjadi...
Kenyataan yang dy hadapi adalah sebuah fatamorgana.. terlalu sakit untuk di rasakan..
Tapi, apakah perlu itu semua di rasa kalau akan menimbulkan rasa sakit. Rasa yang tak bertepi, fatamorgana yang dy hadapi.. seperti irama ombak yang tak bertepi.
Tapi harus dy ingat, Ombak tak selamanya menyentuh pantai, ombak bisa hancur menabrak batu karang..
Mungkin... dan mungkin..
sakit atau tidak, di anggap atau tidak, mati atau hidup, Tak peduli akan semua itu..
Yang dy rasa adalah hampa dan kecewa.
Pelan tapi pasti, dy sudah mulai merasakan titik jenuh dalam kehidupan ini. Mungkin semua orang pasti merasakan titik jenuh itu di saat hati dan fikiran gelap atau di saat waktu itu sudah tiba.
waktu yang tak di nanti atau tidak tapi pasti akan datang menghampiri..
Dan titik jenuh itu sudah mulai dy rasakan mulai saat ini, saat dimana perbatasan usia mulai menghapiri.. tapi tak ada jeda nafas untuk tersenyum .
Ilusi atau fatamorgana... dy tak peduli, yang dy tahu .. cuma rasa kecewa, capek, jenuh, bosan dan putus asa. Dy sering berfikir kenapa Tuhan tak pernah berpihak pada dy. Apa karna dosa atau karna karma masa lalu yang tak dy ketahui..
Semua ini akan menjadi misteri Tuhan yang membuat jiwa dy semakin lelah.
Bukan penyelesaian yang dy dapat, tapi goresan pena hitam dan merah yang selalu bertambah setiap detik dalam kehidupan dy. Padahal dy sudah mulai dia dengan irama kehidupan ini, karena kejenuhan tadi. Tapi Tuhan seakan masih kurang terima dengan goresan-goresan itu dan akhirnya goresan itu selalu bertambah dalam kehidupan dya.
Memang di dunia ini tak ada yang abadi, tapi apakah salah nya kalau dy mengharapkan kebaikan dunia walau sementara. Satu detik pun tak apa.. yang penting nyata dan sejati, bukan ilusi dan kekecewaan.
23 tahun bukan waktu yang singkat bukan... hampir 1/4 abad.. Waaawwwww X_X ... Fantastis bukan.. tapi nyatanya memang seperti itu. Fatamorgana itu sudah menjadi teman sejak 23 tahun yang lalu dan sampai sekrang masih setia.. setia menjadi ilusi yang tak bertepi.
Dy selalu berfikir untuk mengkhiri ini semua, tapi hati kecil selalu bicara... " Sabar & Ikhlas, masih ada hari esok  dy..."... Selalu seperti itu.
Dan akhirnya sampai sekarang dy masih berteman dengan ilusi dan fatamorgana itu.
Andai dy adalah laki-laki mungkin dy akan kuat dan bisa menjalani ini semua, masalahnya dya cewek... she just alone.. dy terlalu capek untuk berjalan sendiri selama 23 tahun. capek dan bosan.. tak ada sandaran .. tak curahan hati. semua dy lakukan sendiri.
Dan pada akhirnya sekarang dy mengalami titik jenuh yang tak mampu terabaikan. Sudah tak ada gairah untuk melanjutkan hidup dan kehidupan .. yang dy tau..
Dya ingin menyusul sang ayah yang sudah damai di sana.

=================== Arhuayna Piccu, Medan... 4 June 2014..===================


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih... \^.^/