Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Jumat, 18 Juli 2014

Cerita itu..

Cerita itu tentang kesendirian bidadari syurga dalam penantian yang tak pasti..
entah siapa yang di nanti bidadari itu..
dan siapa sebenarnya bidadari itu..
mungkin bidadari itu akan hadir dalam setiap mimpi laki2..
tapi yang di mimpikan bidadari itu cuma 1 orang laki2 saja
tapi siapa???? ..
ntah lah.. dya sendiri pun tidak tahu siapa yang di nantikanya..
dalam keseharian dya cuma duduk di tepi danau itu  sambil memegang 1 tangkai merah berdaun 2 helai...
sambil bersenandung dya menanti pujaanya di tepi danau tersebut ..
menanti di saat matahri terbit dan senja menjelang petang..
dengan sabar dya selalu menanti.. menanti dan menanti
walaupun tak cuma sekali air mata itu menetes.. hampir setiap detik air mata sucinya itu menetes
menetes menanti dirinya yang tak pasti ..
dya selalu berharap dirinya datang membawa kalung yang dya harapkan
dan memakaikanya di depan masjidil aQsha di Syurga -Nya
sambil terucap janji suci yang di ridhoi Illahi..
Ahh.. akan kah itu semua cuma angan dan mimpi bidadari itu saja.. tapi apakah iya bidadari itu punya mimpi.. bukan kah setiap do'anya pasti terkabul????
iya memang benar.. setiap do'a nya pasti akan terkabul..
tapi dya membiarkan takdir ini berjalan lurus karena dya ingin tahu sampai sejauh mana ketulusan dan kesetiaan dirinya dalam menggapai dya.
Dya begitu setia menantikanya di pinggiran danau itu..
sambil terucap do'a untuk mengiringi setiap langkah dirinya dalam ujung harapan dan penantian itu.
istana mereka sudah tercipta..
tinggal menunggu dirinya saja..
dirinya yang di damba dan di khayalkan dya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih... \^.^/