Follow by Email-facebook-twitter-Scribd-Google+

Senin, 14 Juli 2014

dya ingin seperti dendelion


Sudah hampir seminggu terik nya siang yang menyengat tak terasa sakit bagi dya..
Huuuhh.. bukan kah hati dya lebih sakit dari terik matahari siang..
dan derasnya hujan malam tak mampu mendinginkan hati dya..

dalam diam dya berjalan di bawah terikanya matahari untuk membantai rasa sakit itu...
dan dalam malam dya berusaha menikmati angin malam yang membawa dya dalam lamunan mimpi yang indah..
yaa.. cuma lamunan dan mimpi dya saja yang bersahabat..
selebihnya cuma jurang dan bomerang saja..

seperti ini kah ternyata sakitnya terulang kisah lama...
Bukan... bukan kisah lama yang terulang, tapi kisah lama yang di ubah kembali dengan alur yang berbeda..
Alur yang lebih rumit karena ada 3 kisah dalam satu cerita..
dan tahun ini dya harus menjalani cerita ini sampai selesai..
walapun kadang dya berfikir sampai kapan????
sampai kapan ini semua berakhir....?????

aaahh.. bukan kah selama ini dya mengikuti arus permainan saja
dan akhirnya terjebak dalam permainan itu sendiri..
ntah siapa yang memulai.. dya tak pernah tahu..
dan dimana ujung kisah ini akan selalu menjadi misteri...
misteri jalan yang akan di lalui..

Dya selalu bermimpi menjadi bunga dendelion..
dya ingin terbang terbawa angin seperti serbuk dendelion..
tapi kenyataan berbicara lain..
dya tetaplah dya..
dya tak bisa jadi bunga dendelion..
Bukan kah enak menjadi dendelion.. bisa terbang lepas... terhempas angin.
menyanyi dan menari dengan burung2 di hempasan angin..
dan akhirnya berlabuh di suatu tempat yang baru..

Dendelion akan menjadi sembuah mimpi yang fatamorgana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih... \^.^/